24 JulCinta Apa yang Kau Miliki?


Salam Sejahtera semua pembaca DCCK Members best” title=”More about blog »”>Blog - Coretan Ahli-ahli DCCKmona.com.

Cinta.. sering kita sebut.. sentiasa bermain-main di bibir mulut juga jauh nun di lubuk sanubari. 

Dalam tawa, dalam tangis kita menyebut “cinta”.

Namun begitu, apa itu cinta? 

Izinkan saya berkongsi “Bicara Tentang Cinta” seseorang yang bernama – initial nya MRBM yang mengusik jiwa banyak pembaca.

“Seorang bijak berkata kepadaku:

“Anakku, mari kita bicara tentang cinta. Cinta apa yang kau miliki?

Merasa diri ini memang belum faham apa makna cinta yang sebenarnya, maka aku dengarkan baik-baik setiap hikmah yang menyemburat seperti cahaya.

Anakku, kamu harus membuka hatimu lebar-lebar agar bisa menangkap esensi cinta yang akan aku sampaikan.

Simpan pertanyaanmu nanti, kerana setiap pertanyaan itu terlahir dari akal. 

Seperti langit, akal melayang tinggi di atas bumi tempatmu berpijak. Dan kau pun akan jauh dari hati pijakanmu, satu-satunya titik yang mampu menangkap esensi cinta.

Lihat batang bunga mawar itu.  Dia punya potensi untuk mempersembahkan bunga merah dan harum yang semerbak. Namun jika batang itu tak pernah ditanam, tak akan pernah mawar itu menghiasi kebunmu.  Maka, hanya dengan membuka diri untuk tumbuhnya akar dan daunlah, batang mawar itu akan melahirkan bunga mawar yang harum. 

Demikian juga dengan hatimu, anakku. 

Kau harus membukanya, agar potensi cinta yang terkandung di dalamnya bisa merekah, lalu menyinari dunia sekitarmu dengan kedamaian.

Anakku, begitu sering kau bicara cinta.

Cinta kepada isteri, cinta kepada anak, cinta kepada agama, cinta kepada bangsa, cinta kepada falsafah, cinta kepada rumah, cinta kepada kebenaran, cinta kepada Tuhan.

Apakah isi atau esensi dari cintamu itu? 

Kau bilang itu cinta suci, cinta sejati, cinta yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam, cinta sepenuh hati, cinta pertama.

Apakah benar begitu, anakku?

Mungkin di kampung kau punya seekor kuda. Begitu sayangnya kau pada kuda itu. Setiap hari kau beri makan, minum, kau rawat bulunya, kau bersihkan, kau ajak jalan-jalan. Seolah kuda itu telah menjadi sebahagian daripada hidupmu, seperti saudaramu.  Kau mencintai kuda itu sepenuh hati. 

Namun, suatu ketika datang orang yang ingin membelinya dengan harga yang fantastik. Hatimu goyah, dan kau pun menjualnya. 

Cintamu tidak sepenuh hati, kerana kau rela menjual cinta. 

Kau mencintai kuda, kerana kegagahannya membuatmu bangga dan selalu senang ketika menungganginya.

Namun, ketika datang harta yang lebih memberikan kesenangan, kau berpaling. Kau cinta kerana kau mengharapkan sesuatu dari yang kau cintai.

Kau cinta kudamu, karena mengharapkan kegagahan.

Cintamu berpaling kepada harta, karena kau mengharapkan kekayaan.

Ketika keadaan berubah, berubah pula cintamu.

Kau sudah punya isteri. Begitu besar cintamu kepadanya. Bahkan kau bilang, dia adalah pasangan sayapmu. Tak mampu kau terbang jika pasangan sayapmu sakit.

Cintamu cinta sejati, sehidup semati. 

Namun, ketika kekasihmu sedang tak enak hati yang ke-100 kali, kau enggan menghiburnya, kau biarkan dia dengan nestapanya karena sudah biasa. Ketika dia sakit yang ke-50 puluh kali, perhatianmu pun berkurang, tidak seperti ketika pertama kali kau bersamanya. Ketika dia berbuat salah yang ke-10 kali, kau pun menjadi mudah marah dan kesal. 

Tidak seperti pertama kali kau melihatnya, kau begitu pemaaf. Dan kelak ketika dia sudah keripot kulitnya, akan kau cari pengganti dengan alasan dia tak mampu mendukung perjuanganmu lagi? 

Kalau begitu, maka cintamu cinta berpengharapan. 

Kau mencintainya, karena dia memberi kebahagiaan kepadamu.  Kau mencintainya, karena dia mampu mendukungmu.

Ketika semua berubah, berubah pula cintamu.

Kau punya sahabat. Begitu sayangnya kau kepadanya. Sejak kecil kau bermain bersamanya, dan hingga dewasa kau dan dia masih saling membantu, melebihi saudara. Kau pun menyatakan bahwa dia sahabat sejatimu. Begitu besar sayangmu kepadanya, tak bisa digantikan oleh harta.

Namun suatu ketika dia mengambil jalan hidup yang berbeda dengan keyakinanmu. Setengah mati kau berusaha menahannya. Namun dia terus melangkah, kerana dia yakin itulah jalannya. Akhirnya, bekal keyakinan dan imanmu menyatakan bahawa dia bukan sahabatmu, bukan saudaramu lagi. Dan perjalanan kalian sampai di situ. 

Kau mencintainya, karena dia mencintaimu, sejalan denganmu. Kau mendukungnya, mendoakannya, membelanya, mengunjunginya, kerana dia seiman denganmu. 

Namun ketika dia berubah keyakinan, hilang sudah cintamu.

Cintamu telah berubah.

Kau memegang teguh agamamu. Begitu besar cintamu kepada jalanmu. Kau beri makan fakir miskin, kau tolong anak yatim, tak pernah kau tinggalkan ibadahmu, dengan harapan kelak kau bisa bertemu Tuhanmu. Namun, suatu ketika orang lain menghina nabimu, dan kau pun marah dan membakar tanpa ampun. Apakah kau lupa bahwa jalanmu mengajak untuk mengutamakan cinta dan maaf? 

Dan jangankan orang lain yang menghina agamamu, saudaramu yang berbeda pemahaman saja engkau kafirkan, engkau jauhi, dan engkau halalkan darahnya. Bukankah Tuhanmu saja tetap cinta kepada makhlukNya yang seperti ini, meskipun mereka bersujud atau menghinaNya? 

Kau cinta kepada agamamu, tapi kau persepsikan cinta yang diajarkan oleh Tuhanmu dengan caramu sendiri.

Anakku, selama kau begitu kuat terikat kepada sesuatu dan memfokuskan cintamu pada sesuatu itu, selama itu pula kau tidak akan menemukan True Love

Cintamu adalah Selfish Love, cinta yang mengharapkan, cinta kerana menguntungkanmu. 

Cinta yang akan luntur ketika sesuatu yang kau cintai itu berubah. Dengan cinta seperti ini kau ibaratnya sedang meng-asphalt jalan. Kau tebarkan pasir di atas sebuah jalan untuk meninggikannya. Lalu kau keraskan dan kau lapisi atasnya dengan asphalt. Pada awalnya tampak bagus, kuat, dan nyaman dilewati. Setiap hari kenderaan lewat di atasnya.

Dan musim pun berubah, ketika hujan turun dengan derasnya, dan trak-trak besar melintasinya. Lapisannya mengelupas, dan lama-lama tampak lah lobang di atas jalan itu. 

Cinta yang bukan True Love, adalah cinta yang seperti ini, yang akan berubah ketika sesuatu yang kau cintai itu berubah. 

Kau harus memahami hal ini, anakku.

Sekarang lihatlah, bagaimana Tuhanmu memberikan cintaNya.

Dia mencintai setiap yang hidup, dengan cinta (rahman) yang sama, tidak membeda-bedakan. Manusia yang menyembahNya dan manusia yang menghinaNya, semua diberiNya kehidupan.

KekuasaanNya ada di setiap yang hidup.

Dia tidak meninggalkan makhlukNya, hanya kerana si makhluk tidak lagi percaya kepadanya. Jika Dia hanya mencintai mereka yang menyembahNya saja, maka Dia namanya pilih kasih, Dia memberi cinta yang berharap, mencintai kerana disembah. 

Dia tidak begitu, Dia tetap mencintai setiap ciptaanNya.

Itulah True Love

Cinta yang tak pernah berubah, walau yang dicintai berubah. 

Itulah cinta kepunyaan Tuhan.

Anakku, kau harus menyematkan cinta sejati ini dalam dirimu. 

Tanam bibitnya, pupuk agar subur, dan tebarkan bunga dan buahnya ke alam di sekitarmu.

Dan kau perlu tahu, anakku. Selama kau memfokuskan cintamu pada yang kau cintai, maka selama itu pula kau tak akan pernah bisa memiliki cinta sejati, True Love.

Cinta sejati hanya kau rasakan, ketika kau melihat Dia dalam titik pusat setiap yang kau cintai. 

Ketika kau mencintai isterimu, bukan kecantikan dan kebaikan isterimu itu yang kau lihat, tapi yang kau lihat:

Ya Allah! Ini ciptaanMu, sungguh cantiknya. Ini kebaikanMu yang kau sematkan dalam dirinya.” 

Ketika kau lihat saudaramu entah yang sejalan maupun yang berseberangan, kau lihat pancaran CahayaNya dalam diri mereka, yang tersembunyi dalam misteri jiwanya. Kau harus bisa melihat Dia, dalam setiap yang kau cintai, setiap yang kau lihat. 

Ketika kau melihat makanan, kau bilang:

Ya Allah, ini makanan dariMu. Sungguh luar biasa!” 

Ketika kau melihat seekor kucing yang buruk rupa, kau melihat kehidupanNya yang mewujud dalam diri kucing itu. 

Ketika kau mengikuti sebuah ajaran, kau lihat Dia yang berada dibalik ajaran itu, bukan ajaran itu yang berubah jadi berhalamu. 

Ketika kau melihat keyakinan lain, kau lihat Dia yang menciptakan keyakinan itu, dengan segala rahsia dan maksud yang kau belum mengerti.

Ketika kau bisa melihat Dia, kemanapun wajahmu memandang, saat itulah kau akan memancarkan cinta sejati kepada alam semesta. 

Cintamu tidak terikat dan terfokus pada yang kau pegang. Cintamu tak tertipu oleh baju falsafah, agama, isteri, dan harta benda yang kau cintai. 

Cintamu langsung melihat titik pusat dari segala falsafah, agama, isteri, dan harta benda, di mana Dia berada di titik pusat itu. 

Cintamu langsung melihat Dia.

Dan hanya Dia yang bisa memandang Dia. 

Kau harus memahami ini, anakku. 

Maka, dalam dirimu hanya ada Dia, hanya ada pancaran cahayaNya. 

Dirimu harus seperti bunga mawar yang merekah. Kerana hanya saat mawar merekah lah akan tampak keindahan di dalamnya, dan tersebar bau wangi ke sekitarnya. 

Mawar yang tertutup, yang masih kuncup, ibarat cahaya yang masih tertutup oleh lapisan-lapisan jiwa. Apalagi mawar yang masih berupa batang, semakin jauh dari terpancarnya cahaya.

Bukalah hatimu, mekarkan mawarmu.

Anakku, hanya jiwa yang telah berserah diri saja lah yang akan memancarkan cahayaNya. Sedangkan jiwa yang masih terlalu erat memegang segala yang dicintainya, akan menutup cahaya itu dengan berhala falsafah, agama, isteri, dan harta benda. 

Lihat kembali, anakku, akan pengakuanmu bahawa kau telah berserah diri.  Lihat baik-baik, teliti dengan seksama, apakah pengakuan itu hanya pengakuan sepihak daripadamu? 

Apakah Dia membenarkan pengakuanmu? 

Ketika kau bilang “Allahu Akhbar,” apakah kau benar-benar sudah bisa melihat keakhbaran Dia dalam setiap yang kau lihat? 

Jika kau masih erat mencintai berhala-berhalamu, maka sesungguhnya jalanmu menuju keberserahdirian masih panjang. Jalanmu menuju keber-Islam-an masih di depan.

Kau masih harus membuka kebun bunga mawar yang terkunci rapat dalam hatimu.

Dan hanya Dia-lah yang memegang kunci kebun itu. 

Mintalah kepadaNya untuk membukanya.

Lalu, masuklah ke dalam taman mawarmu. Bersihkan rumput-rumput liar di sana, gemburkan tanah, sirami batang mawar, halau jauh-jauh ulat yang memakan daunnya. Kemudian, bersabar lah, bersyukur lah, dan bertawakal lah. 

InsyaAllah, suatu saat, jika kau melakukan ini semua, mawar itu akan berbunga, lalu merekah menyebarkan bau harum ke penjuru istana.

Semoga Allah membimbingmu, anakku”.

Popularity: 6% [?]

Processing your request, Please wait....

25 Responses to “Cinta Apa yang Kau Miliki?”

  1. norwati says:

    terima kasih DS,
    inilah cinta sejatii yang sebenarnya… yang sentiasa berada disisi kita, biar apa pun keadaan kita, baik buruk , baik sakit, baik terluka mahupun dah cacat, atau hilang segala keupayaan… cintanya tidak pernah padam… waaallaauuuupunnn kita selalu lalai dan terlupa akan kehadirannya ketika mengejar cinta suami, cinta lelaki yg bila2 masa bisa berubah dan berpaling tadah.

    namun, sebagai wanita.. sy sedar, cinta lelaki/suami hanyalah harapan sahaja yg bisa berubah at anytime (we must always be prepared to face this kind of situation), just becoz we all are only human being. We are not malaikat, jadi.. maaf dan memaafkan adalah lebih baik dari bersengketa dan merusak antara satu sama lain (yg seagama, sebangsa).

    ya allah yang Maha Kuasa, aku melihat cintamu yang tidak pernah padam dan pudar utk hamba-hambamu…

    kau juga Allah yang Maha pengampun walau sejahat manapun hambamu berbuat kerosakan diduniamu.. kau akan tetap bersedia menerima hambamu selagi tidak menyekutukanmu dengan sesiapa jua (termasuk isteri2 dan anak2), atau dgn apa2pun di dunia ini.

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  2. norwati says:

    jadi… jadilah hambanya yang tidak hipokrit (sbb allah amat tahu apa2 yg tersembunyi di hatimu).

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  3. DS says:

    terima kasih kembali norwati.

    perjalanan hidup.. mmg rencam suka duka nya.. namun hidup tetap diteruskan..

    slow and steady but surely.. we walk towards Him..

    and how one “walks”.. mudah-mudahan.. sentiasa mendapat petunjuk dan hidayahNya..

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  4. DS says:

    ni.. drp MRBM juga:

    “cinta itu unik.

    sebagaimana bunga dan keharuman menjadi satu..

    maka begitu pula cinta kita dan cinta Tuhan mestilah jadi satu.”

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  5. AA says:

    “CINTA memang unik”

    CINTA memang mudah di perkatakan oleh semua manusia….
    ramai org terpedaya dgn perkataan CINTA…
    kenapa???

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  6. CIK PUAN says:

    kenapa ye AA,sebab ia bersifat smntara ,jika kita mngagung2kannya kita lah manusia yg rugi.benarlah cinta pada yang Esa kekal utk selamanya.tapi kita sellu alpa dgn semua tu.kehndk nafsu membatasi sgla2 nya.betul tak

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  7. kucing api says:

    wahhhh.. DS.. benar2… dalam tul ye pengertian dia..

    errr DS.. MRBM tu mr. bm ker kihkihkih..

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  8. DS says:

    he he..

    :-)

    saya “rakamkan” kembali “Bicara Tentang CInta” ini.. kat blog DCCK ini.. utk dikongsi.. dan terutamanya sekali utk memperingatkan diri sendiri.. menghayati dan memahaminya juga..

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  9. DS says:

    MRBM = Mr Byte~Me?

    no problem tu..

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  10. DS says:

    soalan AA.. kenapa kita mudah terpedaya dengan perkataan “cinta”?

    kerana fitrah manusia yg sentiasa ingin memiliki?

    dan dalam proses memiliki itu.. kecundang pula dgn belaian nafsu diri sendiri?

    dan dalam proses memiliki itu.. terlupa yg semua itu bersifat sementara?

    tidak lah pula nafsu itu tidak patut ada.. jika tidak ada nafsu dlm diri manusia.. maka bukanlah manusia namanya..

    nafsu.. perlu kita “moderate” kan dgn akal yg Tuhan kurniakan.. dan nafsu manusia itu sendiri.. kurniaan Tuhan jua..

    wallahualam bi syawab..

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  11. norwati says:

    Actually…
    CINTA kpd Allah dan CINTA Allah kpd hambaNya itulah yg unik.

    kenapa kita mudah terpedaya dgn “cinta”

    TQ AA, persoalan yg baik.

    Kita kena tahu dimanakah tingkat / peringkat cinta yg sepatutnya diletakkan dihati kita.

    a. bagi seorang lelaki, suami dan anak perempuan yg belum berkahwin.

    1. Cinta yg utama hanyalah untuk Allah.
    2. Cinta kepada rasulullah
    3. Cinta kpd Alquran & agama Allah
    3. Cinta kpd ibubapa
    4. Cinta kpd masyarakat islam
    5. Cinta kpd keluarga

    b. bagi seorang isteri
    1. Cinta yg utama kepada Allah
    2. Cinta kpd rasulullah
    3. Cinta kpd Alquran & agama Allah
    4. Cinta kpd suami
    5. Cinta kpd keluarga

    c. kerana cinta kita tidak islamik.

    kita terpedaya kerana kita sering terlalai dan terlupa (itulah fitrah kita sebagai hamba Allah yg lemah), dan tidak faham dimanakah sepatutnya kita meletakkan harga cinta itu yang sepatutnya di letakkan.

    kita selalu mendengar dan disuapkan dgn cinta seperti romeo dan juliet, uda dan dara yg begitu hebat (seluruh dunia tahu). tetapi tersangat kurang penekanan pengajaran bahwa Cinta yg sepatutnya (yg hebat sampai perlu digadaikan nyawa adalah cinta kepada Allah, bukan spt cinta romeo, uda dan titanic).

    Tidak hairanlah kalau remaja kita lebih taksub dgn cinta remaja dgn ungkapan2 spt:

    1. i sanggup mati kerana u
    2. i can’t live without u
    3. u jump i jump
    4. tanpamu siapalah aku
    5. aku tak ingin hidup tanpa kau

    ada banyak kisah org yg bunuh diri, merana seumur hidup, mengabaikan tanggungjawab terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat hanyalah kerana kematian kekasihnya

    Sedangkan CINTA KPD ALLAH itulah cinta yg utama. boleh dikatakan tersangatlah kurang cerita yg berkisar tentang Cinta yang agung tentang Cinta kpd Allah (kita lihat sendiri filem2 cinta yg berlambak di pasaran lebih kpd cinta sesama manusia).

    contohnya kisah Cinta Rasulullah kpd Allah (hanya keluar waktu bulan puasa dgn teknik yg sangat jauh dr hasil steven spielberg, membosankan). Kita hanya dapat pengajaran itu di sekolah2 dahuluuu… dari pembacaann (kalau kita jenis yg rajin membaca). Saya mendapat ada cinta agung selepas rasulullah seperti kisah rabiatul adawiyah hanya setelah sy berumur 30 tahun.

    ada diantara kita mendalami tentang cinta yg agung ini. kiat hanya mendengar dan menerimanya begitu shj tanpa ada penghayatan yg sepatutnya.
    didalam hal-hal seharian pun.. (bagi org yg lemah iman seperti saya) kita jarang mengaitkan segala perbuatan kita dengan cinta kpd Allah. Kita hanya akan mengaitkannya bila melibatkan amalan seperti solat, nak makan, kenduri arwah, doa selamat, tolak bala dan yg seangkatannya.

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  12. norwati says:

    jadi.. kalau kita sedar cinta yg sepatutnya diletakkan dan disandarkan hanya untuk Allah… InsyaAllah, kita tidak akan mudah tersasar dari haluan yg sebenarnya.

    seperti susunan di atas, biar apapun cinta tersebut biarlah kita sandarkan kerana Allah contohnya:
    Cinta kpd rasul kerana Allah,
    Cinta kpd ibubapa kerana Allah,
    Cinta kpd suami kerana Allah,
    Cinta kpd anak2 dan keluarga kerana Allah,
    Cinta kpd masyarakat kerana Allah
    Cinta kpd alquran dan agama juga kerana Allah.

    perkataan “kerana Allah” ini jarang kita kita dengar, selalunya terletak dihati (selalunya terlupa).. dn jarang sekali ustaz2 & ustazah2 tekankan perkara ini.

    Melalui pengalaman saya, perkataan “kerana Allah” ini amat2 penting dan perlu saya tekankan dihati, wajib bagi saya supaya saya sentiasa tahu dimanakah kedudukan setiap sesuatu niat saya, perbuatan saya, baharulah saya rasai keyakinan yg amat dalam terhadap Allah. Itu antara cara saya mendidik hati saya yg tersangat lemah ini.

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  13. norwati says:

    bagi saya perkataan “kerana Allah” ini banyak mempengaruhi hidup saya jika dibandingkan suatu waktu dahulu yg jarang sekali saya praktiskan, dengan meniatkan segala perbuatan saya keranaNya, ia membuatkan hidup ini lebih bahagia, lebih bermakna jika dibandingkan sebelum ini.

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  14. norwati says:

    dengan bersandarkan perkataan itu juga seolah2 saya tidak perlu bimbang tentang apa-apa pun yg bakal berlaku didalam kehidupan saya, kalau senang pun kerana dia, bahagia juga kerana dia, susah pun kerana dia, makan kerana dia, tidur kerana dia, minum kerana dia, kerja kerana dia, berjalan kerna dia, semuanya disandarkan kerana dia, kalau nak kahwin pun kerana dia, nikah pun kerana dia, tak kahwin kerana dia, sayang pun kerana dia, cinta kerana dia, bf nak tinggalkan pun tak apa Allah ada, kena kutukpun biarlah Allah lebih tahu… benarlah kata ustaz2 dan ustazah2… cukuplah Allah bagiku di dunia dan di akhirat.

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  15. DS says:

    :-)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  16. norwati says:

    bagi org yg terpedaya kerana cinta, biasanya adalah sbb dia letakkan cinta yg utamanya kpd org lain (katkanlah bf/hb/anak/isteri), dia buat itu kerana bf, buat ini kerana bf, makan ingat kat bf, berjalan ingat kat bf, sayang sangat kat bf, tidur ingat kat bf, berjanji sehidup semati ngan bf, … jadi bila bf tinggalkan, apa terjadi? frust, merana , kecewa dan kita rasa terpedaya oleh bf (sebenarnya perasaan kecewa itulah kita menyalahkan bf) dan kita katakan “terpedaya”.

    actually.. kita yg rasa begitu kerana kita telah menyandarkan segala rasa sayang dan perbuatan kita selama “bercinta” itu kerana bf, sbb itu juga terkeluar perkataan2 spt;
    1. menyesal aku, selama ini aku buat segala-galanya kerana engkau, akhirnya ini balasan yg kau beri.
    2. sungguh aku tak sangka kau akan meninggalkan aku
    3. aku sangkakan kau baik, rupanya kau penipu, hancur luluh hatiku kau buat.
    4. bagaimanakah akan ku tempuhi hidup ini tanpamu, sedangkan selama ini aku lakukan keranamu.

    dan berbagai2 ayat lagilah yg menunjukkan kekecewaan dan kehampaan kerana perasaan harapan kita yang tersalah letak.

    seandainya.. dari awal2 lagi kita letakkan sandaran dan harapan kita kpd Allah, InsyaAllah.. kita tidaklah kecewa sangattt…

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  17. norwati says:

    melalui pengalaman saya.. kalau dikecewakan olh org tersayang (katakanlah bf/somi/anak2 dll),

    InsyaAllah saya akan katakan.. “tak apalah.. aku buat semuanya itu kerana Allah, cukuplah Allah yang menjaga hatiku. ya Allah, segala usaha tlh aku lakukan keranamu, kini hatiku parah luka dan kecewa kerana perbuatan mereka, aku mohon engkau jagalah hatiku yang lemah dan kecewa ini, datangkanlah segala pertolonganmu untuk membantu aku terus tabah menghadapi kepayahan ini, sedangkan engkaulah sebaik2 pertolongan.”

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  18. kucing api says:

    hehehe..

    yaaaa thanks norwati for sharing all that..

    that is the ideal way.. semoga kita semua mendapat manfaat insha Allah..

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  19. DS says:

    amin..

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  20. AA says:

    Itulah lumrah manusia..
    Bila dalam “cinta” lupa semua..

    “KAU LAH SEGALANYA UNTUK KU”
    “KASIH, SAYANG DAN CINTAKU HANYA UNTUK MU”

    Bila dah putus “cinta” baru ingat kat yang maha esa..

    “MANUSIA MUDAH LUPA”

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  21. buat bodo jer... says:

    wah norwati ayat2 anda begitu puitis,terharu saya membacanya,tapi ada sesetengah dimulut mengaku seperti yg anda coretkan tapi dihati lain plak…manusia mudah lalai..bila terkena baru nak menyesal..seperti jg saya suatu msa dulu..mnyesl tak sudah..tapi apa bleh buat ,perbetulkan apa yang sudah jadi..sya pun belajar berserah dgn ketentuannya..

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  22. norwati says:

    “buat bodo jer”.. ekau tu memang cerdik.. tapi napa buat bodo jer.???

    actually… dah fitrah dan lumrah kejadian kita sebagai manusia yg lemah..
    sebab itu sejarah sering berulang, berulang dan berulang lagi, dan lagi…

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  23. norwati says:

    nasib baik.. bertuahnya kita jadi hamba Allah.. Allah tu sabar je tengok kita buat salah, datang balik kat dia, salah lagiii, datang lagii… berjuta kali buat slah dan berjuta kali kita kembali kat dia… dia tetap sabar menanti dan menenrima kita seadanya…

    kalau kita tu, berkali2 suami/isteri buat perangai.. mulalah nak melenting, nak bercerai berai… napa yek?

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  24. Mien says:

    tak apalah.. aku buat semuanya itu kerana Allah, cukuplah Allah yang menjaga hatiku. ya Allah, segala usaha tlh aku lakukan keranamu, kini hatiku parah luka dan kecewa kerana perbuatan mereka, aku mohon engkau jagalah hatiku yang lemah dan kecewa ini, datangkanlah segala pertolonganmu untuk membantu aku terus tabah menghadapi kepayahan ini, sedangkan engkaulah sebaik2 pertolongan

    insyaallah.. semoga ianya akan sentiasa kekal dibibir ini…

    thanks norwati kerana bg satu lagi doa itu mguatkan diri ni…

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  25. Mien says:

    and thanks juga buat DS…

    semoga kita semua tahu dari mana dtgnya kasih sayang dan mana akhirnya…

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

RSS feed for comments on this post.